Minggu, 27 Desember 2015

Materi Pokok Gerak Lurus Pada Pelajaran Fisika Kelas x

IPA-Arae; Kali ini pembahasan dilanjutkan pada Materi Pokok Gerak Lurus. Dalam fisika, gerak suatu benda harus dikaitkan dengan titik acuan. Jika kedudukan benda tersebut terhadap titik acuan berubah, maka benda tersebut disebut bergerak terhadap titik acuan itu. Jika kedudukan benda tersebut tetap terhadap titik acuan, maka benda tersebut tidak bisa dikatakan bergerak terhadap titik acuan tersebut.
Materi Pokok Gerak Lurus Pada Pelajaran Fisika Kelas x


 a. Jarak dan Perpindahan    
 
Jika suatu benda bergerak, maka benda itu akan berubah posisi. Perubahan posisi benda pada waktu tertentu disebut dengan perpindahan. Sedangkan panjang lintasan yang sebenarnya yang ditempuh oleh benda selama bergerak disebut jarak. Jarak dan perpindahan dapat ditentukan dengan persamaan matematis sebagai berikut;  
 
                 dengan x = posisi benda

Perpindahan memiliki besar dan arah maka perpindahan merupakan besaran vektor. Sedangkan jarak hanya besaran yang berupa nilai tanpa arah, sehingga jarak merupakan besaran skalar.

b. Kelajuan dan Kecepatan

Kelajuan dan kecepatan adalah dua buah besaran fisika yang berbeda arti. Kelajuan adalah jarak yang ditempuh benda tiap satuan waktu, sedangkan kecepatan adalah perpindahan benda tiap satuan waktu. Kelajuan dan kecepatan dinyatakan dalam satuan seperti kilometer/jam, mil/jam atau meter/sekon. Tetapi dalam SI satuan laju dan kecepatan adalah meter/sekon (m/s). Kelajuan merupakan besaran skalar, sehingga selalu bernilai positif, sedangkan kecepatan merupakan besaran vektor, sehingga dapat bernilai positif atau negatif.

1) Kelajuan dan Kecepatan Rata-rata
Kelajuan rata-rata adalah jarak tempuh dibagi selang waktu. Kelajuan rata-rata dapat ditentukan dengan persamaan matematik sebagai berikut. 
 

Sedangkan kecepatan rata-rata adalah perpindahan tiap selang waktu. Kecepatan rata-rata dapat ditentukan dengan persamaan matematik sebagai berikut.  
 
 2) Kelajuan Sesaat dan Kecepatan Sesaat
Kelajuan sesaat adalah besaran skalar yang menyatakan besar kelajuan benda pada waktu tertentu. Pada kendaraan seperti sepeda motor dan mobil biasanya dilengkapi dengan alat pengukur laju sesaat, yaitu spidometer. Sedangkan kecepatan sesaat adalah besaran vektor yang menyatakan kecepatan benda pada waktu tertentu. Jika perpindahan dinyatakan dengan  ∆s dan selang waktu dengan ∆t maka kecepatan pada saat t dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut: 
c. Percepatan dan Perlajuan
Dalam fisika percepatan adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu. Sedangkan perlajuan adalah perubahan kelajuan tiap satuan waktu. Percepatan merupakan besaran vektor yang mempunyai besar dan arah. Satuan untuk pengukuran percepatan adalah meter per detik kuadrat (m/ ). Percepatan dapat ditentukan dengan persamaan matematik sebagai berikut.

Percepatan merupakan besaran vektor, maka arah percepatan rata – rata  besarnya adalah ∆v/∆t, sedangkan arah percepatan sesaat sama dengan arah limit dari perubahan vektor kecepatan ( ) dan besarnya adalah  dv/dt

d.  Macam- macam Gerak Lurus 

Di dalam fisika gerak lurus dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Gerak Lurus Beraturan
Salah satu jenis gerak yang dipelajari dalam fisika adalah gerak dalam lintasan lurus dengan kecepatan atau laju tetap. Gerak yang demikian disebut dengan gerak lurus beraturan. Sebuah benda yang bergerak lurus beraturan akan menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama. 


berdasarkan gambar diatas, seseorang dikatakan bergerak lurus beraturan dalam selang waktu t1 sampai t4, jika jika dalam selang waktu ∆t1 menempuh jarak s1, dalam selang waktu ∆t2 menempuh jarak s2 dan dalam selang waktu ∆t3 menempuh jarak s3 dan ∆t1= ∆t2= ∆t3 serta s1 = s2 = s3

Meskipun konsep gerak lurus beraturan ini hanya sebuah konsep ideal, tetapi asumsi-asumsi dari konsep ini sangat bermanfaat. Benda yang bergerak lurus beraturan  mempunyai kecepatan (laju) tetap, maka grafik kecepatan terhadap waktu dari gerak ini dapat digambarkan sebagai berikut. 

Berdasarkan grafik di atas, maka kecepatan benda setiap saat dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.

V = vo

Sehingga benda yang bergerak lurus beraturan tidak mempunyai percepatan, hal ini karena sesuai dengan persamaan berikut ini, 
Sedangkan, jarak yang ditempuh benda dapat ditentukan berdasarkan luas persegi panjang ABCD pada grafik di atas adalah 



Berdasarkan persamaan di atas, maka grafik jarak (s) terhadap waktu (t) dari benda yang bergerak lurus beraturan ditunjukkan pada gambar di bawah ini 

Berdasarkan grafik di atas, maka kecepatan benda dapat ditentukan dari kemiringan kurva  s = f (t), yaitu  ν = tan α, Dengan   α = sudut antara kurva dan sumbu t positif.      

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak dengan lintasan lurus dan percepatannya tetap. Benda yang bergerak lurus berubah beraturan mempunyai perubahan kecepatan yang sama dalam selang waktu yang sama yaitu;   
 
 Karena benda yang bergerak lurus berubah beraturan mempunyai percepatan tetap, maka grafik percepatan terhadap waktu dari gerak lurus berubah beraturan dapat digambarkan sebagai berikut: 
 
Berdasarkan grafik, maka percepatan benda setiap saat dapat dinyatakan dengan persamaan  berikut ini.
 a = ao
Sehingga kecepatan benda setiap saat dapat ditentukan dari grafik sebagai berikut:

Berdasarkan persamaan kecepatan benda yang bergerak lurus berubah beraturan, maka grafik kecepatan (ν) terhadap waktu (t) dapat digambarkan sebagai berikut 
Dari gambar di atas maka jarak benda yang ditempuh oleh benda setiap saat dapat ditentukan seperti berikut
Sehingga grafik jarak (s) terhadap waktu (t) dapat dilihat pada gambar dibawah     
Hubungan laju (kecepatan), percepatan dan jarak dari benda yang bergerak lurus berubah beraturan dapat ditentukan dengan persamaan v = vo + at  dan s =  vot + 1/2at2  yaitu:
 
 Sumber:
Trustho Raharjo dan Radiono, Fisika Mekanika, (Surakarta: LPP UNS dan UNS press, 2008)

Kamis, 22 Oktober 2015

Sistem Saraf pada Manusia

IPA-Area; Di dalam tubuh ada suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan agar alat tubuh dapat bekerja serasi dan sesuai dengan fungsi dari setiap alat tubuh tersebut. Sistem ini disebut sistem regulasi. Sistem regulasi terdiri dari saraf, endoktrin (kelenjar), dan alat indra. Postingan ini menjelaskan lebih jauh mengenai sistem saraf pada manusia.
  • SEL SARAF
       Susunan paraf pada manusia terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan urat-urat saraf. Sel-sel saraf disebut neuron, yang memiliki badan sel saraf dan serabut saraf berupa akson dan dendrit.
sistem, saraf, sistem saraf, sel, sel saraf, sel saraf manusia
sel saraf pada manusia
Akson merupakan serabut saraf panjang. Kerjanya membawa dan meneruskan rangsangan dari badan sel menuju jaringan lainnya atau efektor. Akson dibungkus oleh seludang pelindung berupa seludang mielin yang merupakan seludang lemak. Pada seludang mielin ini terdapat sel-sel schawn. Bagian akson yang tidak diselubungi mielin disebut nodus ranvier.
Dendrit merupakan serabut saraf pendek. Kerjanya membawa impuls dari pusat datangnya rangsang atau reseptor menuju badan sel saraf.
diagram sistem saraf pada manusia
       Mekanisme kerja sistem saraf adalah rangsangan diterima oleh reseptor dan diteruskan menuju saraf pusat. Dendrit membawa rangsang ke badan sel. Kemudian, rangsangan tersebut dibawa dari badan sel oleh akson ke dendrit dari neuron yang lain. hubungan antara akson dan dendrit disebut sinapsis.
      Sel saraf dibedakan menjadi tiga menurut fungsinya, yaitu:
1. Neuron sensorik (neuron aferen)
Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan dendrit neuron lain. Fungsinya untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat susunan saraf.
2. Neuron motorik (neuron efektor)
Dendritnya berhubungan dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf ke efektor.
3. Neuron asosiasi (konektor)
Penghubung antara neuron motorik dan sensorik. Berdasarkan tempatnya, neuron asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu : 1) Neuron konektor, merupakan penghubung antara neuron yang satu dan neuron yang lain. 2) Neuron ajustor, merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik
yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.
  • SUSUNAN SISTEM SARAF MANUSIA
Susunan sistem saraf dapat dijelaskan melalui skema berikut:
skema, sistem saraf, susunan sitem saraf, sistem saraf manusia
skema susunan sistem saraf manusia

a. Sistem saraf sadar
       1. Sistem saraf pusat
a) Otak
       Otak berada di dalam tulang tengkorak diselaputi oleh selaput meninges yang terdiri atas tiga bagian, yaitu: bagian luar: duramater (selaput otak keras), bagian tengah: arachnoid (selaput sarang laba-laba), bagian dalam: piameter (selaput otak lunak).
  • Bagian-bagian otak
(1) Otak besar (cerebrum)
       Merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat. Diduga, semakin banyak lipatannya semakin cerdas seseorang. Serebrum terdiri atas 2 belahan (hemisfer) yang dipisahkan oleh fisura longitudinal. Kedua hemisfer dihubungkan oleh sejumlah serabut saraf yang disebut korpus kalosum. Melalui serabut ini, impuls diteruskan dari satu hemisfer ke hemisfer lain. Otak besar terdiri atas:
  1. * Otak depan (lobus frontalis), merupakan pengendali gerakan otot.
  2. * Otak belakang (lobus oksipitalis), merupakan pusat penglihatan.
  3. * Otak samping (lobus temporalis), merupakan pusat pendengaran.
Otak besar juga dapat dibedakan menjadi:
  1. * Otak depan (lobus frontalis).
  2. * Otak belakang (lobus parietalis), bersifat sensoris yang peka terhadap perubahan suhu, tekanan, dan sentuhan pada kulit.
Pembagian ini diakibatkan adanya batas berupa sulkus.
Berdasarkan fungsinya sebagai penerima sensasi pengindraan dan pengendali aktivitas organ sehingga bersifat motoris, serebrum dikelompokkan menjadi:
  1. * Daerah sensorik, berhubungan dengan penerimaan rangsang dari penerima rangsang (reseptor).
  2. * Daerah motorik, untuk memberi tanggapan terhadap rangsang yang sampai ke otak untuk dikirim ke pelaksana (efektor) seperti otot dan kelenjar. Bagian bawah daerah motorik terdapat daerah broca yang berhubungan dengan kemampuan bicara.
  3. * Daerah asosiasi, merupakan penghubung daerah sensorik dengan daerah motorik, daerah ini berhubungan dengan proses belajar, seperti berpikir, mengingat, menalar, pengambilan keputusan, dan kemampuan belajar bahasa.
(2) Otak tengah
       Terletak di depan otak kecil. Bagian otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (ganglion) yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dan kedudukan tubuh.
(3) Otak depan
      Terdiri atas talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor, kecuali bau-bauan, dan meneruskannya ke area sensorik. Hipotalamus berperan dalam pengaturan suhu tubuh,pengatur nutrisi, pengaturan agar tetap sadar, dan penumbuhan sikap agresif. Hipotalamus juga merupakan tempat sekresi hormon yang mempengaruhi pengeluaran hormon pada hipofisis.
(4) Otak kecil (cerebellum)
    Terletak di depan sumsum lanjutan (medula oblongata). Otak kecil merupakan pusat keseimbangan gerak dan koordinasi gerak otot serta posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelum terdapat jembatan varol yang berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Jembatan varol ini juga menghubungkan otak besar dengan otak kecil.

b) Sumsum
       Sumsum dikelompokkan menjadi:
(1) Sumsum lanjutan (medula oblongata)
       Disebut juga batang otak, merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Fungsinya untuk mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, bersin, bersendawa, batuk, dan muntah. Di sumsum lanjutan terdapat bagian yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang yang dinamakan Pons.
(2) Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
       Terdapat di dalam rongga tulang belakang. Fungsinya sebagai penghubung impuls dari dan ke otak, memberi kemungkinan gerak refleks. Medula spinalis bagian luar berwarna putih dan bagian dalam kelabu.

       2) Sistem saraf tepi
       Dinamakan juga sistem saraf perifer, sistem saraf ini mengatur dari dan ke sistem saraf pusat. Sistem saraf aferen merupakan sistem saraf yang membawa impuls dari reseptor menuju saraf pusat. Sistem saraf eferen merupakan sistem saraf yang membawa impuls dari saraf pusat ke efektor.
Proses perjalanan rangsang yang menimbulkan gerak biasa sebagai berikut.
  • Reseptor ===> saraf sensoris ===> otak ===> saraf motoris ===> efektor

Berdasarkan sumbernya, saraf tepi dibagi dua: saraf cranial dan saraf spinal.
Perhatikan Tabel berikut!
saraf otak, saraf tepi
tabel macam-macam saraf otak pada saraf tepi
12 saraf tersebut dapat dikelompokkan lagi sebagai berikut:
I,II, dan VIII adalah saraf sensorik.
III, IV, VI, XI adalah saraf motorik.
V, VII, IX, dan X adalah saraf gabungan antara sensorik dan motorik.
Saraf X (saraf vagus)disebut juga saraf pengembara karena daerah yang dipengaruhinya amat luas. Saraf ini bekerja secara tidak sadar walaupun merupakan saraf sadar.


b. Sistem saraf tak sadar (otonom)
Terdiri dari:
1) Sistem saraf simpatik
2) Sistem saraf parasimpatik
       Kedua saraf tersebut bersifat antagonis. Jika saraf simpatik menyebabkan kontraksi pada suatu efektor, saraf parasimpatik menyebabkan relaksasi pada efektor tersebut. Mekanisme kerja seperti itu bertujuan agar proses-proses di dalam tubuh berjalan dengan normal.
    Contoh pengaruh saraf simpatik dan parasimpatik terhadap efektor adalah saraf simpatik menyebabkan kecepatan dan volume kecepatan jantung bertambah, sedangkan saraf parasimpatik menyebabkan kecepatan volume kecepatan jantung berkurang.
   Contoh lainnya saraf simpatik menyebabkan otot siliari mata relaksasi sedangkan saraf parasimpatik menyebabkan otot siliari mata kontraksi.
Proses perjalanan rangsang yang menimbulkan gerak refleks (gerak tak sadar) sebagai berikut.
  • Reseptor ===> saraf sensoris ===> neuron perantara (konektor) ===> saraf motoris ===> efektor

Contoh gerak refleks sebagai berikut.
  • * Tempurung lutut jika dipukul
  • * Rangsangan yang diterima oleh reseptor didalam otot
  • * Rangsangan yang diantarkan oleh serabut saraf sensoris sampai ke sumsum spinal
  • * Rangsang direspon oleh serabut saraf motoris hingga ke otot
  • * Reaksi otot di tempurung kaki yang menyebabkan kaki bergerak hingga lurus



Minggu, 20 September 2015

Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA.

IPA-Area; Sistem Periodik Unsur adalah kelanjutab dari Materi Struktur Atom. siswa tidak akan mengetahui apa yang dimaksud dengan Sistem Periodik sebelum mempelajari Struktur Atom. Nah, pada pembahasan kali ini akan dikupas secara tuntas tentang Sistem Periodik Unsur. Mulai dari Perkembangan Sistem Periodik, Sifat Logam, hingga Sifat- Sifat Sistem Periodik. 

Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA.
Sistem Periodik Unsur


A. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK
Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari.

1. Triade Dobereiner

Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur, lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa atomnya, maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga.
Tabel  Daftar Unsur Triade Dobereiner
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA.  1
2. Teori Oktaf Newland

Pada tahun 1864, John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan, unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland.

Tabel  Daftar Unsur Oktaf Newland
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 4

Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) belum ditemukan. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah.

3. Sistem Periodik Mendeleev

Pada tahun 1869, tabel sistem periodik mulai disusun. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan, Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869, dan tabel periodic Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869.

Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik, maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871.

Tabel  Sistem Periodik Unsur Mendeleev pada tahun 1871
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 7

dalam satu golongan mempunyai sifat yang mirip. Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut:
  • dua unsur yang berdekatan, massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan;
  • terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, seperti 44, 68, 72, dan 100;
  • dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon;
  • dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur, contohnya Cr = 52,0 bukan 43,3.

Tabel   Sifat Eka-Silikon yang diramal oleh Mendeleev (1871) dibandingkan Germanium (1886)
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 6

a. Kelebihan sistem periodik Mendeleev
  • Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur.
  • Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya.
  • Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong.

b. Kekurangan sistem periodik Mendeleev
  • Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan.
  • Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, contoh : Te (128) sebelum I (127).
  • Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2, tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat.
  • Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya.
  • Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan.

4. Sistem Periodik Modern

Pada tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev.

Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodic modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan (lihat lampiran).
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA.8


Gambar Tabel sistem periodik modern

Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:
  • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur
  • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
  • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
  • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
  • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
  • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah
  • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah.
Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA.

Nama-nama golongan pada unsur golongan A
Golongan IA disebut golongan alkali
Golongan IIA disebut golongan alkali tanah
Golongan IIIA disebut golonga boron
Golongan IVA disebut golongan karbon
Golongan VA disebut golongan nitrogen
Golongan VIA disebut golongan oksigen
Golongan VIIA disebut golongan halogen
Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia

Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur lantanida. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB, dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. 

5. Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodic

Perhatikanlah konfigurasi elektron golongan IA dan IIA berikut:

Golongan IA
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 9

Golongan IIA
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 10
Dari konfigurasi elektron dua golongan unsur di atas, dapat dilihat hubungan antara konfigurasi elektron dengan letak unsur (nomor periode dan golongan) dalam sistem periodik sebagai berikut:
Hal yang sama berlaku untuk semua golongan utama (golongan A), kecuali Helium (He) yang terletak pada golongan VIIIA tetapi mempunyai elektron valensi 2. Adapun untuk unsur-unsur golongan transisi (golongan B) tidak demikian halnya. Jumlah kulit memang sama dengan nomor periode, tetapi jumlah elektron valensi (elektron terluar) tidak sama dengan nomor golongan. Unsur-unsur golongan transisi mempunyai 1 atau 2 elektron valensi

B. SIFAT LOGAM
Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. Pada Kata Kunci bahasan ini, kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. Berdasarkan sifat kelogamannya, secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur metalloid (semi logam).
Logam banyak kita jumpai di sekitar kita, contohnya besi, aluminium, tembaga, perak, emas, dan lain-lain. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis, antara lain:

1. penghantar panas yang baik;
2. penghantar listrik yang baik;
3. permukaan logam mengkilap;
4. dapat ditempa menjadi lempeng tipis;
5. dapat meregang jika ditarik.

Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang, misalnya golok, pisau, cangkul, dan lain-lain. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam).

Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). Dengan demikian, dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik, yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya, unsurunsur logam berletak pada bagian kiri, sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur).

Pada tabel periodik, batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al), logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam, dan biasa disebut unsur amfoter. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam, dan disebut unsur metaloid.

C. SIFAT-SIFAT SISTEM PERIODIK

Sistem periodik unsur disusun dengan memperhatikan sifat-sifat unsur. Sifat-sifat periodik unsur adalah sifat-sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Sifatsifat periodik unsur yang kita bahas meliputi jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan.

1. Jari-Jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit elektron terluar yang ditempati elektron. Panjang pendeknya jari-jari atom tergantung pada jumlah kulit elektron dan muatan inti atom. Makin banyak jumlah kulit elektron maka jari-jari atom semakin panjang, dan bila jumlah kulit atom sama banyak maka yang berpengaruh terhadap panjangnya jari-jari atom ialah muatan inti. Semakin banyak muatan inti atom, makin besar gaya tarik inti atom terhadap elektronnya sehingga elektron lebih dekat ke inti. Jadi, semakin banyak muatan inti, maka semakin pendek jari-jari atomnya.

Unsur-unsur yang segolongan, dari atas ke bawah memiliki jari-jari atom yang semakin besar karena jumlah kulit yang dimiliki atom semakin banyak. Unsur-unsur yang seperiode, dari kiri ke kanan jari-jari atomnya semakin kecil. Hal itu disebabkan unsur-unsur yang seperiode dari kiri ke kanan memiliki jumlah kulit yang sama tetapi muatan intinya semakin besar.

2. Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom atau ion dalam wujud gas. Harga energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya nomor atom dan ukuran jari-jari atom. Makin besar jari-jari atom, maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah. Hal itu berarti elektron terluar akan lebih mudah lepas, sehingga energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar makin kecil.
Energi ionisasi pertama digunakan oleh suatu atom untuk melepaskan electron kulit terluar, sedangkan energi ionisasi kedua digunakan oleh suatu ion (ion +) untuk melepaskan elektronnya yang terikat paling lemah. Untuk mengetahui kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur dalam system periodik dapat dilihat pada daftar energi ionisasi pertama unsur-unsur dalam system periodik yang harganya sudah dibulatkan.

3. Afinitas Electron
Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan oleh atom netral dalam bentuk gas untuk menangkap satu elektron sehingga membentuk ion negatif.

Afinitas elektron dapat digunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron. Afinitas elektron dapat benilai negatif atau positif. Afinitas elektron bernilai negatif apabila terjadi pelepasan energi pada saat menangkap elektron. Sebaliknya, afinitas elektron berharga positif apabila terjadi penyerapan energi pada saat menangkap elektron. Semakin besar energi yang dilepas (afinitas elektron negatif), semakin besar kecenderungan untuk mengikat elektron menjadi ion negatif. Untuk lebih memahami hal tersebut, perhatikan tabel berikut.

Tabel  Afinitas elektron unsur representative
Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 11

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa untuk golongan alkali tanah (IIA) dan gas mulia (VIIIA) afinitas elektronnya semuanya berharga positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur golongan IIA dan VIIIA sukar menerima elektron. Afinitas electron terbesar ialah golongan halogen (VIIA). Artinya, unsur-unsur golongan VIIA paling mudah menangkap elektron dan terbentuk ion negatif yang stabil.
Dari data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa afinitas elektron unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.

4. Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan. Semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom, maka semakin mudah menarik pasangan elektron untuk membentuk ikatan, atau gaya tarik elektronnya makin kuat. Keelektronegatifan unsur ditentukan oleh muatan inti dan jari-jari atomnya.
Nilai mutlak keelektronegatifan tidak dapat diukur, tetapi nilai relatifnya dapat dicari seperti dengan cara Pauling. Menurut Pauling, keelektronegatifan unsur gas mulia adalah nol. Artinya, gas mulia tidak mempunyai kemampuan untuk menarik elektron. Pauling menetapkan unsur Fluor (F) sebagai standard. Berdasarkan hal tersebut, dihitung nilai untuk unsur yang lain. Untuk melihat nilai-nilai keelektronegatifan unsur-unsur, perhatikan gambar berikut.

Dari gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.

Materi Sistem Periodik Unsur Pada Pelajaran Kimia Kelas X SMA. 14
Sumber:

Senin, 07 September 2015

Pokok Materi Virus Pada Pelajaran Biologi Tingkat SMA Kelas X

IPA-Area; kata virus sudah tidak asing lagi di telinga. kata virus selalu di identikkan dengan penyakit karena virus berarti racun. Ilmu yang mempelajari tentang virus merupakan bagian dari cabang ilmu biologi yaitu virologi. Hampir semua ”virus” menimbulkan penyakit pada makhluk hidup lain. Karena sifatnya yang khas, maka firus digolongkan kedalam kondom tersendiri. ukuran yang begitu kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop eletron. virus dapat menyerang siapa saja, baik anak anak, maupun orang dewasa. baik hewan maupun tumbuhan. pada manusia, beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain: batuk, gondong, influenza, hepatitis, tifus, AIDS, herpes, pilek dan cacar air.

materi biologi SMA kelas X tentang virus
V I R U S
A. Sejarah Munculnya Virus

Pada awalnya, sekitar tahun 1892, virus digunakan untuk agen penyebab penyakit oleh Von Iwanovski (Rusia). Dia menemukan penyebab penyakit pada daun tembakau (mosaik tembakau) yang mampu menembus saringan bakteri. Jika daun sakit disentuhkan pada daun sehat, daun sehat akan tertular penyakit ini. Akan tetapi, jika ekstrak daun sakit dipanaskan hingga mendidih terlebih dahulu dan setelah dingin dioleskan pada daun sehat, daun sehat tidak terserang penyakit ini. Dari eksperimennya itu, Iwanovski menarik kesimpulan sementara bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh bakteri patogen.

Pada tahun 1893 ada penelitian baru yang mematahkan kesimpulan Iwanovski karena hasil ekstrak daun tembakau yang terserang penyakit mosaik tembakau yang telah disaring dengan saringan keramik yang tidak tertembus oleh bakteri dioleskan pada daun sehat maka daun sehat tetap tertular penyakit mosaik. Dengan demikian, dia menduga bahwa penyebab penyakit mosaik daun ini adalah bakteri yang sangat kecil. Eksperimen M. Beijerinck dari Belanda mendukung teori Iwanovski. Eksperimen yang dilakukan adalah eksperimen berjenjang terhadap penyakit mosaik tembakau. Dia juga berkesimpulan bahwa penyebab penyakit mosaik daun adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil dan mampu berkembang biak.

Pada tahun 1935 kesimpulan Iwanovski dan M. Beijerink digugurkan oleh Wendell M. Stanley, ilmuwan Amerika Serikat. Dia berpendapat bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh virus. Wendell mengisolasi dan mengkristalkan virus. Dia berpendapat bahwa virus bukan sel karena dapat dikristalkan. Virus merupakan peralihan antara benda hidup dan tak hidup. Virus tidak sama dengan bakteri karena jika kristal virus ini disuntikkan ke dalam tanaman tembakau yang sehat, virus akan aktif kembali dan melakukan penggandaan sehingga menyebabkan penyakit.

Mulai saat itu, orang menjadi tahu bahwa penyebab penyakit yang menyerang tembakau bukanlah bakteri patogen, tetapi virus yang sering disebut dengan virus mosaik tembakau (Tobacco Mosaic Virus atau TMV).

B. Ciri-Ciri Virus

tidak hanya manusia,  Virus juga mempunyai sifat-sifat/ciri-ciri yang membedakannya dari mikroorganisme yang lain, yaitu:
1. dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, DNA atau RNA saja;
2. dalam proses reproduksinya, hanya diperlukan asam nukleat;
3. berukuran sangat kecil sekitar 20 – 300 milimikron;
4. virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel hidup, dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk memperbanyak diri;
5. multiplikasi terjadi pada sel-sel hospes;
6. dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan kembali.

C. Struktur Virus

1. Bentuk Virus
Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat. Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh suatu protein pelindung yang disebut kapsid. Kapsid dibangun oleh subunitsubunit yang identik satu sama lain yang disebut kapsomer. Bentuk kapsomer-kapsomer ini sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal.

Pada beberapa virus, seperti virus herpes dan virus influenza, dapat pula dilengkapi oleh sampul atau envelope dari lipoprotein (lipid dan protein). Pembungkus ini merupakan membran plasma yang berasal dari sel inang virus. Suatu virus dengan materi genetik yang terbungkus oleh pembungkus protein disebut partikel virus atau virion. Virus bukan sel atau makhluk hidup karena tidak memiliki sitoplasma dan organel sel tidak melakukan metabolisme serta berukuran sangat kecil sehingga tidak mungkin memiliki struktur sel.
materi biologi tetang virus tingkat SMA
Bagian-Bagian Virus
2. Bagian Tubuh Virus
Bentuk virus (bakteriofag) terdiri dari kepala, selubung, dan ekor. Kepala berbentuk heksagonal, terdiri dari kapsomer yang mengelilingi DNA-nya. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. Selubung ekor berfungsi sebagai penginfeksi. Serabut-serabut ekor terdapat di dasar selubung ekor, berfungsi sebagai penerima rangsang.

Selain virus influenza, inti virus hanya terdiri dari satu rangkaian asam nukleat. Satu rangkaian asam nukleat mengandung 3.500 sampai 600.000 nukleotida. Deoxyribonucleid Acid (DNA) dan Ribonucleid Acid (RNA) adalah substansi genetik yang membawa kode pewarisan sifat virus. Berdasarkan penyusun intinya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Contoh virus DNA adalah virus cacar. Contoh virus RNA adalah virus influenza dan HIV.

3. Ukuran Virus
Virus berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukuran virus sekitar 20 – 300 milimikron, jauh lebih kecil dari ukuran bakteri, yaitu 10 mikron. Untuk membuktikan bahwa ukuran virus sangat kecil, Iwanovski dan M. Beijerinck melakukan eksperimen dengan penyaringan. Ternyata virus tetap lolos dari saringan keramik, serangkan bakteri tersaring karena ukurannya lebih besar daripada virus.

D. Cara Hidup Virus

Virus tidak dapat berdiri sendiri atau hidup bebas di alam ini. Virus hidup secara parasit pada bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.

1. Virus Bakteri
Tidak ada satu bakteri pun yang tidak mengandung virus. Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E. coli.

2. Virus Tumbuh-Tumbuhan
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang sangat besar, misalnya, virus yang menyerang tanaman kentang dan tembakau.
Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun. Di alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor. Sejumlah besar virus dapat
juga ditularkan melalui serangga. Virus sering memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan serangga (virus persisten). Virus dapat menginfeksi tumbuhan lain setelah terjadi masa inkubasi di dalam serangga. Sementara itu, virus yang tidak persisten dapat ditularkan melalui gigitan serangga secara langsung.

3. Virus Patogen Pada Hewan
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga. Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yang sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.

4. Virus yang Menyerang Manusia
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI. Virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung. Mata belek, influenza, dan cacar dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan polio dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar dan sendok atau piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, virus HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfusi darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan kelamin, serta cairan vagina dan sperma.

Sumber:
Ari Sulistiorini. (2009). Biologi Kelas X. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional.

Kamis, 03 September 2015

Materi Fisika Kelas X Tentang Pengukuran, Besaran dan Satuan

IPA-Area; Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita melakukan sebuah pengukuran tanpa menyadari bahwa hal yang kita lakukan adalah sebuah pengukuran. misalnya membandingkan tinggi badan anda dengan tinggi badan teman anda untuk mengetahui siapa diantara kalian yang lebih tinggi. atau membandingkan berat badan anda dengan berat badan teman anda untuk mengetahui siapa yang lebih berat?  
Materi Fisika Kelas X Tentang Pengukuran, Besaran dan Satuan
Pengukuran, Besaran dan Satuan 
A. Sistem Pengukuran
berdasarkan kasus di atas, maka apa yang anda lakukan adalah sebuah proses pengukuran dimana anda membandingkan tinggi badan anda atau berat badan anda dengan tinggi badan atau berat badan anda dengan teman anda. Membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang telah ditetapkan sebagai standar pengukuran disebut mengukur. Alat yang digunakan dalam proses pengukuran disebut alat ukur.

1. Alat Ukur
Pada pengukuran suatu besaran fisika, dibutuhkan alat yang dapat membantu mendapatkan hasil pengukuran. masing-masing alat ukur digunakan sesuai fungsinya. Untuk mengukur panjang suatu benda, dapat menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer ulir (sekrup). Untuk mengukur massa suatu benda dapat menggunakan timbangan atau neraca. Adapun untuk mengukur waktu, Anda
dapat menggunakan jam atau stopwatch.

2. Pengukuran Tunggal dan Pengukuran Berulang
Pada saat melakukan pengukuran, terkadang hanya melakukan satu kali pengukuran untuk mengetahui ukuran dari objek yang diukur. data yang diperolehpun terkadang di asumsikan sebagai data yang yang memiliki tingkat ketelitian dan akurasi yang baik. namun ada kalanya pengukuran tidak dapat dilakukan hanya sekali, melainkan harus dilakukan berulang-ulang agar mendapatkan hasil yang benar-benar akurat.

a. Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang dilakukan pada objek tersebut dengan hanya melakukan sekali proses pengukuran dengan menggunakan alat ukur.
b. Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan tidak hanya sekali, melainkan berulang-ulang supaya mendapatkan ketelitian yang maksimal dan akurat.

B. Angka Penting
Hasil pengukuran yang telah Anda lakukan dengan menggunakan alat ukur adalah nilai data hasil pengukuran. Nilai ini berupa angka-angka dan termasuk angka penting. Jadi, definisi dari angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, termasuk angka terakhir yang ditaksir atau diragukan

C. Besaran dan Satuan
Banyak besaran-besaran dalam fisika. Akan tetapi, secara umum, besaran dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

1. Besaran Pokok dan Turunan
Setiap besaran memiliki satuan yang berbeda sesuai dengan yang telah ditetapkan

a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada besaran lainnya. Terdapat tujuh besaran pokok yang telah ditetapkan, yakni massa, waktu, panjang, kuat arus listrik, temperatur, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Selain itu, terdapat dua besaran tambahan yang tidak memiliki dimensi, yakni sudut datar dan sudut ruang (tiga dimensi)

b. Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. Sebagai contoh, volume sebuah balok adalah panjang × lebar × tinggi. Panjang, lebar, dan tinggi adalah besaran pokok yang sama. Dengan kata lain, volume diturunkan dari tiga besaran pokok yang sama, yakni panjang.

2. Satuan
Ada dua macam sistem satuan yang sering digunakan dalam ilmu Fisika dan ilmu teknik, yakni sistem metrik dan sistem Inggris. Satuan yang akan dibahas dalam materi ini adalah sistem metrik saja. Sistem metrik kali pertama digunakan di negara Prancis yang dibagi menjadi dua bagian, yakni sistem MKS (meter - kilogram - sekon) dan CGS (centimeter - gram - sekon). Akan tetapi, satuan internasional menetapkan sistem MKS sebagai satuan yang dipakai untuk tujuh besaran pokok.

Rabu, 02 September 2015

MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X

IPA-Area; Materi Struktur Atom pada pelajaran kimia kelas X terbilang  menarik. hal ini disebabkan karena apa yang kita pelajari hanya sepintas pada teori. siswa belajar sambil membayangkan tentang apa itu atom. untuk lebih jelas tentang materi Struktur Atom, sudah terdapat pada artikel ini.
MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X
Struktur Atom

Atom merupakan bagian terkecil dari suatu materi. meskipun ukurannya yang sangat kecil, Atom adalah partikel paling kecil yang masih mempunyai sifat unsur. Menurut para ahli fisika, jari-jari suatu atom sekitar 3–15 nm (1 nm = 10-9 meter).sampai saat ini belum ditemukan alat yang dapat menggambarkan bentuk atom secara jelas untuk dapat diamati. meskipun belum dapat diketahui bentuknya secara jelas, para ahli dapat membuat perkiraan gambaran mengenai atom berdasarkan eksperimen dan kajian teoritis yang telah dilakukannya. gambaran atom menurut ahli disebut juga dengan istilah model atom. hal inilah yang mendasari terjadinya perubahan-perubahan tentang model atom berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan.

john Dalton adalah orang yang pertama kali menemukan teori atom pada tahun 1803. dalton mengatakan bahwa atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. hingga akhirnya diketahui bahwa atom ternyata terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi yang yaitu eletron, proton dan neutron. partikel penyusun atom itu disebut partikel subatom atau partikel dasar atom.

A. Partikel Penyusun Atom
MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X
Partikel Penyusun Atom


partikel penyusun atom ada tiga yaitu eletron, proton dan neutron.
1. Elektron merupakan partikel subatom yang bermuatan negatif, ditemukan oleh Joseph John
Thomson pada tahun 1897.
2. Proton merupakan partikel subatom yang bermuatan positif, ditemukan oleh Eugen Goldstein
pada tahun 1886.
3. Neutron merupakan partikel subatom yang tidak bermuatan, ditemukan oleh James Chadwick pada
tahun 1932.

B. Nomor Atom dan Nomor Massa


atom-atom dari unsur yang berbeda akan memiliki nomor atom dan nomor massa yang berbeda pula. hal ini disebabkan karena nomor atom dilihat dari jumlah proton yang terdapat pada atom sedangkan nomor massa dilihat dari jumlah proton dan neutron yang terdapat pada atom tersebut.

C. Isotop, Isobar dan Isoton
MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X
Isotop, Isobar dan Isoton
1. Isotop adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom yang sama, tetapi massa atomnya berbeda. Nomor atom merupakan identitas dari atom, sehingga setiap atom yang mempunyai nomor atom yang sama maka unsurnya pun sama.
2. Isobar adalah atom-atom yang mempunyai nomor atom yang berbeda tetapi massa atomnya sama.
3. Isoton adalah atom-atom yang mempunyai jumlah neutron yang sama dari unsurunsur yang berbeda.

D. Massa Atom dan Massa Molekul Relatif

MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X
Rumus Massa Atom dan Massa Molekul Relatif
setiap atom memiliki massa yang berbeda-beda tergantung dari partikel-partikel penyusunnya. untuk membandingkan massa atom satu dengan yang lainnya maka digunakan pembanding yang telah di standarisasi yaitu massa 1 atom C-12 (=1 sma)

1. massa atom relatif (Ar) adalah perbandingan massa rata-rata satu atom unsur terhadap massa
satu atom C-12
2. Massa molekul relatif  (Mr) Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan antara massa rata-rata satu molekul unsur atau senyawa terhadap massa satu atom C-12.

E. Konfigurasi Eletron
MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X
Konfigurasi Eletron
atom tersusun berdasarkan partikel-pertikel penyusunnya yaitu eletron, proton dan neutron. penyebaran eletron, proton dan neutron dalam atom membentuk lapisan-lapisan yang disebut sebagai kulit atom. penyebaran eletron dapat diketahui berdasarkan konfigurasi eletron pada atom tersebut. Konfigurasi elektron menggambarkan penyebaran atau susunan elektron dalam
atom.

F. Perkembangan Model Atom
MATERI STRUKTUR ATOM PADA PELAJARAN KIMIA KELAS X
Perkembangan Teori Atom
Istilah atom bermula dari zaman Leukipos danDemokritus yang mengatakan bahwa benda yang paling kecil adalah atom. Atom yang berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos, a artinya tidak dan tomos artinya dibagi. Model atom mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan fakta-fakta eksperimen. adapun beberapa nama yang turut andil dalam penemuan perkembangan model atom antara lain:

1. Model atom Dalton
2. Model atom Thomson
3. Model atom Rutherford
4. Model atom Bohr
5. Model atom mekanika kuantum

inilah beberapa cakupan materi dalam Struktur Atom. semoga informasinya bermanfaat.

Baca Juga
Materi Kimia Kelas X : Perkembangan Teori  Atom
Materi Kimia Kelas X : Struktur Atom
Materi Kimia Kelas X : Sistem Periodik Unsur
Materi Kimia Kelas X : Ikatan Kimia
Materi Kimia Kelas X : Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi
Materi Kimia Kelas X : Hukum-Hukum Dasar Kimia
Materi Kimia Kelas X : Perhitungan Kimia
Materi Kimia Kelas X : Larutan Eletrolit dan Non Eletrolit
Materi Kimia Kelas X : Reaksi Reduksi dan Oksidasi
Materi Kimia Kelas X : Hidrokarbon
Materi Kimia Kelas X : Minyak Bumi